Jumat, 21 September 2018

Fitrah seksualitas#1

Diskusi pertama fitrah seksualitas dibawakan oleh kelompok 7 yakni  Fitria Rahmadani, Insiana Putri dan Tri Retno Kustini. Gambar slide presentasi yang dibuat pun sangat menarik dengan penjelasan singkat dan jelas jadi kami sangat enjoy membacanya. Berikut uraian singkat dari presentasi kelompok 7.

Fitrah seksualitas adalah berpikir, merasa, dan bertindak sesuai dengan fitrahnya.

Seorang anak di dunia ini dilahirkan untuk menjadi seorang laki-laki atau perempuan sejati saja sesuai dengan tujuan dari penciptaan Tuhan.


Prinsip dalam mendidik fitrah seksualitas:
1. Kehadiran, kedekatan, kelekatan ayah dan bunda secara utuh
2. Suplai maskulinitas diberikan oleh ayah, sedangkan suplai femininitas diberikan oleh ibu secara sempurna
3. Pendidikan fitrah seksualitas yang paripurna maka akan tercapainya peran ayah sejati bagi anak laki-laki dan peran ibu sejati bagi anak perempuan.


Tahap perkembangan fitrah seksualitas:
1. Usia 0-2 tahun (penguatan semua konsepsi fitrah)
Anak laki-laki dan perempuan didekatkan kepada ibunya.

2. Usia 3-6 tahun (penguatan konsepsi gender)
Anak laki-laki dan perempuan didekatkan dengan ayah ibunya.

3. Usia 7-10 tahun (penyadaran potensi gender)
Anak laki-laki didekatkan dengan ayah, sedangkan anak perempuan didekatkan dengan ibu.

4. Usia 11-14 tahun (pengujian eksistensi)
Anak laki-laki lebih didekatkan dengan ibunya, sedangkan anak perempuan lebih didekatkan dengan ayahnya.

5. Usia >15 tahun (penyempurnaan fitrah seksualitas)

Fitrah Peran Ayah dan Bunda
1. Ayah memberikan kemaskulinitas
2. Bunda memberikan femininitas

Kesimpulannya,
Daftar pustaka:

#BundaSayang
#FitrahSeksualitas
#GameLevel11

Kamis, 30 Agustus 2018

TellStory#1

Umi dan abi mengajak Naila untuk diimunisasi di Rumah Sakit Siloam. Sebenarnya ini telat sekali, seharusnya Naila imunisasi DPT ori yang kedua pada Mei kemarin, namun karena sedang mudik di Kediri jadi kelupaan dan belum sempat. Akhirnya minggu ini kami merealisasikannya. Hal ini mengakibatkan imunisasi DPT yang ketiganya pun harus mundur.

Sesampainya di lobby Rumah Sakit, Naila masih baik-baik saja. Sambil menunggu antrian loket, umi dan Naila membeli roti Brasserie. Setelah membeli roti, kami pun menuju ke poli anak. Ketika memasuki poli anak, Naila sudah menangis sejadi jadinya. Mau ditimbang saja, sudah menangis. Umi dan abi mencoba untuk menenangkannya. Kemudian kami bermain di playground sambil memberikan sounding kepada Naila.
Umi: " Naila habis ini disuntik dokter ya. Nggak usah takut. Cuma sakit sedikit kayak digigit semut. Naila anak shalihah dan pintar khan jadi harus berani. Berani seperti lion yang kuat. Roar...roar...roar"

Kamipun segera menuju ke ruang dokter setelah dipanggil oleh suster sesuai antrian. Dan, Naila semakin histeris menangis dengan kerasnya.
Abi: " Gak apa-apa, sayang."
Umi: " Umi dan abi di sini. Sebentar aja ya nak. Biar Naila tambah sehat dan kuat. Naila pintar kok."
Abi dan suster memegangi tangan dan kaki Naila, sedangkan dokter menyuntikkan vaksin. Setelah selesai, umi langsung menggendong Naila dan mengajaknya keluar karena Naila mutah di ruangan dokter. Umi langsung menuju kamar mandi dan membilas bekas mutahan Naila. kemudian abi dan umi mengganti baju Naila. Masyaallah... Ini PR umi abi menenangkan Naila saat ke dokter nih.

#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

Sabtu, 11 Agustus 2018

Creative#10

Pagi itu umi mengajak Naila mengaji di rumah tante Reni. Seperti biasa setiap hari Jumat, ibu-ibu komplek mengadakan pengajian tiap seminggu sekali. Di sana kami disuguhi air minum mineral. Nailapun mengambil air mineral tersebut. Ia meminta dicobloskan air mineral dalam kemasan gelas tersebut dengan sedotan yang telah disediakan. Kemudian, ia meminumnya. Tak lama kemudian, lubang sedotan yang mengkoyak bagian bukaan plastik yang atas itu, dikoyaknya lagi hingga meluas agar plastiknya hilang. Ketika ia tidak bisa menyobek plastik itu, ia pun meminta umi untuk menyobeknya hingga habis. Setelah itu, diemutnya sedotan tersebut.


#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Creative#9

Naila baru aja minum dengan menggunakan gelas tumbler. Kemudian ia meminta gelas tersebut beserta tutupnya. Ia mencoba menutup gelas tersebut. Tak lama kemudian ia membawa gelas tersebut kesana kemiri. Kemudian gelas itu terjatuh di lantai dan berputar, ia mengejarnya sampai dapat. Karena hal ini menarik, ia putar lagi gelas tersebut dan berusaha meraihnya kembali. Ia mengejar gelas tersebut sambil merangkak dengan semangatnya.



#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Jumat, 10 Agustus 2018

Creative#8

Naila suka sekali memakai sepatu umi. Mungkin karena besar, jadi gampang makainya. Tinggal slup aja. Kalau sepatu Naila sendiri masih kesusahan masukin ke kakinya sendiri kali ya. Hehehe
Pagi itu umi memasak di dapur. Seperti biasa ia akan ikut di dapur untuk mencari panci atau baskom untuk dimainkan. Bila sudah, ia akan mengambil sepatu umi di rak sepatu. Ia pun memakainya dan berjalan-jalan kesana kemari. Hihihi. Kayak naik perahu aja.



#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Kamis, 09 Agustus 2018

Creative#7

Pagi itu, umi mengajak Naila untuk mencuci baju. Ketika umi mulai memasukkan pakaian di mesin cuci, Naila bermain di jemuran. Ia mengambil hanger yang menggantung. Setelah diambili, kemudian ia gantung lagi ke jemuran. Agak susah bila ia tidak menggantungnya dengan benar. Kadang ia marah dan jengkel.


Naila: "uh"
Umi: "Ayo Naila bisa. Ayo digantung yang pas biar bisa."

Namun bila ia tidak tahan, ia akan menggeret tangan umi agar membantu menggantung hanger-hanger tersebut.

Umi: "Naila, lihat hangernya ada yang warnanya hijau, ada kuning, dan ada yang putih. Wah, berwarna-warni ya"


#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Selasa, 07 Agustus 2018

Creative#6

Sore itu, umi dan Naila pergi jalan-jalan di sekitar komplek. Tetangga kami yakni Fara dan Mahira pun juga kadang-kadang jalan-jalan juga setiap sore, jadi kami sering bertemu. Umi menggunakan kesempatan ini untuk menyuapi Naila. Ketika waktu sudah mendekati Maghrib, kami pun pulang. 
Sesampainya di rumah, umi membuka gembok dan masuk. Naila tertarik dengan gembok tersebut dan memintanya. Ia pun mulai memasukkan dan menarik gembok tersebut.


Umi: "Naila mau ngunci gemboknya ya. Dipaskan di lubang gembok ya biar masuk dan terkunci. Ayo sedikit lagi. Nah, itu masuk."
Kemudian ia meminta membukakan kembali gemboknya dengan kunci dan dikunci lagi, seperti itu berulang kali. 
Usia sekarang ini, ia memang sangat tertarik akan banyak hal. 

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Kamis, 02 Agustus 2018

Creative#5

Pagi itu, umi beres-beres laci yang isinya amburadul karena saking banyaknya barang yang ditaruh sana. Entah itu masih dipakai atau tidak, kadang dicemplungkan aja. Jadilah umi memilah-milah barang yang bisa dibuang sekarang dan masih disimpan kembali.
Naila pun ikutan membantu umi. Ia melihat-lihat sesuatu yang menarik hatinya. Salah satunya, buku doa sehari-hari. Ia juga menemukan pulpen. Dan mulailah ia beraksi. Buku doa tersebut dicoret-coretnya dengan pulpen tersebut.
Umi: "Naila belajar menulis ya. Ini umi ada buku kosong, bisa dicoret-coret. Buku doanya dibaca aja, jangan dicoret-coret."


Ia beralih sebentar ke buku kosong, kemudian kembali lagi ke buku doa. 
Umi: "Wah, doa apa itu yang dilihat Naila? Doa menerima hadiah ya? Coba yuk dibaca .
Alhamdulillaahi rabbil 'aalamiina hamdan yuwaafii ni'amahu wa yukaafi-u maziidah".

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Rabu, 01 Agustus 2018

Creative#3

Naila suka sekali main air. Mungkin hal ini juga terjadi pada anak-anak pada umumnya. Hehehe
Kalau lagi kehabisan ide, umi akan membawa Naila mainan air di wastafel. Umi berikan baskom, sendok, botol, dan gelas.

Kadang abi ngledekin, "Kamu itu manusia air ya Nay. Kalau mainan air suka banget".
Nailapun mengisi air dalam baskom, kemudian membuangnya dengan sendok. Kadang juga air sebaskom ditumpahkan.Tak jarang, ia membuat lantai basah semua. 
Umi: "Naila pintar dan kreatif sekali ya. Lantainya sampai basah kena air" (sambil ngelus dada).

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Senin, 30 Juli 2018

Creative#4

Naila sekarang mulmu suka nyanyi, apalagi umi sekarang sering nyalain shalawatnya Haddad Alwi dan Sulis yang berjudul Ummy. 
Pagi itu, Naila disuapin abi. Abi sengaja nyalain shalawat Haddad Alwi dan Sulis. Ketika sampai pada shalawat Ummy, ia pun menirukan.
Ia pun sambil berjoged kesana kemari, maju, mundur, ke kanan, ke kiri. Kadangkala, tangan Naila ditengadahkan seperti anak-anak yang menjadi backing vokalnya. 
Naila: ummy...ummy...ummy...


Ah, Naila semakin besar semakin pandai menirukan. Ayo ungkapkan isi hatimu, nak. Cepatlah bicara...

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Sabtu, 28 Juli 2018

Creative#2

Saat abi, umi, dan Naila berjalan-jalan ke Palembang Icon, kami sempatkan untuk makan siang di sana. Kami memutuskan untuk menyantap makanan di Chop Buntut. Setelah sampai di sana, kami memilih tempat duduk no 25 dan pramusaji pun menghampiri kami. Kemudian ia pun memberikan buku menu, pensil & checklist menu untuk memesan. Saat umi dan abi melihat-lihat menu dan mencatatnya di checklist menu, Naila pun tertarik untuk ikutan menulis.
Umi: "Naila mau pesan apa? Umi yang centangin ya."
Ia meminta pensil tersebut dan mulai membuat garis seolah-olah menulis.
Abi: "Oke deh, Naila anak pintar menulis ya. Abi langsung pesan aja ke waiter-nya. Tunggu sebentar ya".
Abi pun langsung menuju ke waiter dan memesan sup iga, nasi bakar, dan juz alpukat.

Kami memberikan kesempatan kepada Naila untuk mengekspresikan apa yang ingin ia lakukan dengan menulis. Meski masih berupa coretan, paling tidak ia dapat berpikir kreatif sesuka hatinya.
Setelah beberapa saat kemudian, masakannya pun jadi dan dihidangkan. Kami segera memakannya.

#tantangan10hari
#level9
#kuliahbunsayiip
#thinkcreative

Ulat 5

Apa Kelas Favoritmu? Tugas kali adalah menuliskan apa kelas favorit saya dan mengapa saya menyukainya. Saya sendiri sekarang masih berada...